***Keesokan paginya, suasana ruang makan di keluaega Whitmore terasa begitu tenang, diiringi denting halus sendok dan garpu yang beradu dengan porselen.Aurora melangkah turun menyusuri anak tangga dengan helaan napas lega. Kondisi lengannya yang terbalut gips tebal kini sudah jauh lebih nyaman dari hari-hari sebelumnya, tidak lagi memberi rasa ngilu yang menyengat."Selamat pagi, Paman, Justin," sapa Aurora hangat, mengulas senyum manis pada dua pria di hadapannya."Selamat pagi, Sweetheart," balas Adrian, menyesap kopi hitamnya hangat."Pagi, Rora. Kau terlihat jauh lebih segar hari ini," sahut Justin santai seraya mengoleskan selai kacang ke atas sepotong roti tawar.Aurora mulai menikmati sarapannya dengan sangat asyik. Sepotong pancake hangat bersiram sirup mapel manis memanjakan lidahnya, membuat suasana hatinya pagi ini begitu melayang bahagia. Namun, di tengah kunyahannya yang tenang, ia mendadak merasakan atmosfer di sekitar meja makan mendadak hening tak wajar.Aurora mendo
Terakhir Diperbarui : 2026-10-31 Baca selengkapnya