Di antara tawa dan canda Kenanga, Arga dan Damar, ada sepasang mata yang memperhatikan ketiganya dengan napas yang tertahan, Rosa menggenggam pulpennya erat.“Kenanga lagi. Mengapa rasanya ia selalu menjadi pusat perhatian?” batinnya.Tak lama, bel sekolah berbunyi. Satu suara yang memecah riuhnya ruang kelas. Ketika Bu Anita memasuki ruang kelas, murid-murid bergegas kembali ke tempat duduk masing-masing, mengakhiri obrolan beserta tawa canda mereka.“Arga, tolong bagikan lembar hasil ulangan kemarin ya,” ucap Bu Anita.“Baik, Bu.” Arga mengambil setumpuk kertas hasil ulangan, lalu membagikannya ke teman-teman sekelas.“Seperti biasa, nilai tertinggi kembali diraih oleh Arga, Kenanga, dan Damar. Selamat ya,” sahut Bu Anita.Sementara Rosa menunduk melihat lembar ulangannya. Nilainya cukup tinggi, namun masih berada di bawah Kenanga. Rahangnya sedikit mengeras dan ujung matanya memperhatikan Kenanga yang tengah tersenyum, padaha
Last Updated : 2026-07-31 Read more