Levin masuk ke rumah sambil membawa sekantong besar berisi bahan makanan, lalu mengganti sepatu di dekat pintu masuk."Jenna.""Yaya bilang sebelum berangkat, kita makan besar dulu supaya puas menikmati makanan Indonesia. Cepat keluar sini, bantu-bantu."Namun, satu-satunya jawaban yang terdengar hanyalah suara gesekan saat dia mengganti sepatu."Jenna?"Levin mengenakan sandal rumah, meletakkan bahan makanan di dapur, lalu langsung menuju kamar tamu. Hal pertama yang terlihat adalah ranjang lipat yang kosong. Kemudian, dia menyadari dua koper yang sebelumnya berada di samping lemari juga sudah tidak ada.Levin tertegun sesaat.Pergi? Seharusnya tidak. Bukankah penerbangannya baru besok pagi?Dia keluar dari kamar tamu, lalu mencari ke kamar utama, kamar mandi, bahkan gudang. Namun, Jenna tidak terlihat di mana pun. Dia segera berjalan ke pintu masuk dan melihat sepasang sandal di dalam tempat sampah.Wajah Levin langsung menggelap, lalu kepanikan melintas di matanya. Dia bergumam, "Cu
Read more