“Syam, cari Deviana. Sekarang juga!”Adrian berdiri di dekat jendela ruang kerjanya, menatap hiruk-pikuk kota dari balik kaca. Tatapannya gelisah. Tangannya menggenggam ponsel yang sudah lama tidak lagi menampilkan satu pun notifikasi dari Deviana. Hampir dua minggu wanita itu menghilang tanpa kabar, dan kesabarannya akhirnya habis.Di belakangnya, Syam, asisten pribadinya, berdiri dengan ragu.“Tuan... bukankah Tuan pernah berjanji tidak akan mencarinya lagi?” tanyanya hati-hati.Adrian terdiam.Tubuhnya menegang, rahangnya mengeras. Ia memang pernah mengucapkan janji itu—sebuah sumpah yang lahir dari harga dirinya bahwa ia tidak akan mengejar wanita yang memilih meninggalkannya.Namun malam-malam yang sunyi, ponsel yang tak pernah lagi berbunyi, dan mimpi-mimpi yang selalu dihantui wajah Deviana perlahan menghancurkan pertahanannya.“Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja. Itu saja,” ucap Adrian, berusaha menyembunyikan kegelisahan di dalam hatinya. “Kau tahu sendiri keras ke
Terakhir Diperbarui : 2026-07-23 Baca selengkapnya