Mobil yang ditumpangi Ayuma berhenti tepat di depan sebuah rumah sederhana bercat putih. Halaman depannya dipenuhi tanaman melati dan mawar yang tumbuh rapi. Tempat itu terasa begitu akrab, tetapi tetap menyisakan ruang kosong dalam ingatannya."Pelan-pelan, Nak," ujar Bu Siti sambil membantu Ayuma turun dari mobil."Aku tidak apa-apa, Bu."Meski tubuhnya mulai pulih, kepala Ayuma masih sesekali terasa berdenyut. Dokter Ardi memintanya banyak beristirahat dan menghindari tekanan pikiran. Namun bagaimana mungkin ia bisa tenang, jika setiap hari semakin banyak pertanyaan bermunculan?Begitu masuk ke kamarnya, Ayuma memandangi setiap sudut ruangan. Rak buku, meja belajar, foto-foto keluarga, hingga jendela yang menghadap taman belakang.Semuanya terasa akrab, tetapi juga asing.Ia membuka lemari pakaian untuk merapikan barang-barang dari rumah sakit. Saat tasnya diletakkan di atas tempat tidur, sebuah amplop cokelat tua kembali terjatuh ke lantai.Amplop yang kemarin ia temukan.Perlahan
آخر تحديث : 2026-07-23 اقرأ المزيد