Malam itu, Ardi tidak mampu memejamkan mata.Ucapan ibunya terus berputar di dalam pikirannya.“Kamu bukan anak kandung Ayah.”Kalimat itu sederhana, tetapi cukup untuk mengubah seluruh hidupnya.Selama ini, Ardi selalu percaya bahwa dirinya mengenal keluarganya. Ia mengenal ayahnya sebagai sosok yang tegas, ibunya sebagai perempuan yang selalu menyayanginya, dan keluarga Sebrian sebagai tempat ia pulang.Kini semuanya terasa berbeda.Ardi duduk di tepi tempat tidur sambil memandangi surat lama yang ditemukan di brankas.Ayuma keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya masih terdiam.“Mas Ardi.”Ardi mengangkat wajah.“Kamu belum tidur?”Ayuma menggeleng.“Aku seharusnya yang bertanya begitu.”Ardi tersenyum tipis, tetapi wajahnya tetap terlihat muram.“Aku mencoba tidur.”“Tidak bisa?”Ardi menggeleng perlahan.Ayuma duduk di sampingnya.“Masih memikirkan perkataan Ibu?”Ardi menatap surat di tangannya.“Aku tidak tahu harus memikirkan apa lagi.”Ayuma terdiam.“Selama ini aku hidu
Last Updated : 2026-09-01 Read more