Tok.Tok.Tok.Ketukan itu terdengar lagi.Ardi berdiri diam di tengah ruangan.Alena berada di belakangnya, wajahnya terlihat tegang.“Jangan buka,” bisiknya.Ardi menatap pintu.“Rendra, aku tahu kamu di sana.”Tidak ada jawaban.Dion bergerak mendekati jendela.Ia mengintip dari celah tirai.“Dia sendirian.”Surya segera berkata, “Jangan tertipu. Bisa saja orang lain berada di sekitar rumah.”Ardi mengangguk.Ia tidak membuka pintu.Beberapa detik kemudian suara Rendra terdengar.“Aku datang untuk membantu kalian.”Alena menggeleng.“Jangan percaya dia.”Rendra terdengar menghela napas.“Alena, kalau aku ingin menangkapmu, aku tidak akan datang sendirian.”Ardi akhirnya menjawab.“Kenapa kamu mencari Alena?”Hening.Kemudian Rendra berkata,“Karena aku tahu siapa yang sebenarnya mengejarnya.”Ardi saling pandang dengan Alena.“Siapa?”“Buka pintunya dan kita bicara.”Ardi tetap diam.Rendra kembali berkata,“Ardi, aku tidak punya banyak waktu.”Tiba-tiba terdengar suara kendaraan d
Terakhir Diperbarui : 2026-09-28 Baca selengkapnya