suara Sartika meluncur pelan, tenang, dan menggema lembut di dalam kamar yang sunyi itu, tanpa ada secercah pun rasa bersalah atas kekacauan berdarah yang terjadi malam ini. "Dulu, saat aku pertama kali melihatmu mengintip dari balik celah ruang kerja Adipati ketika kau masih anak-anak bau kencur, aku sudah tahu bahwa keberadaanmu di sini lambat laun akan menjadi duri dalam daging bagi masa depan anak-anakku."Raka melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya dengan perlahan, lalu mengunci gerendelnya dari dalam. Tatapannya menatap lurus ke arah wanita yang berdiri di hadapannya, menghidupkan kembali memori kelam masa lalu yang kini menemukan kepingan puzzle terakhirnya."Jadi benar, semua kekacauan ini, pembobolan brankas, manipulasi server, hingga kematian Bimo yang dibungkam di ruang kerjanya adalah skenario busuk yang kau rancang dari balik bayang-bayang," ujar Raka dingin, suaranya mengandung beban amarah yang ditekan hingga batas maksimal. "Kau mengorbankan darah daging keluarg
Dernière mise à jour : 2026-09-20 Read More