Share

Investigasi Raka

Penulis: Nofriza Rahma
last update Tanggal publikasi: 2026-09-20 02:26:44

Langkah kaki Raka memecah keheningan koridor tengah malam dengan ritme konstan yang berat. Bayangan tubuhnya memanjang di bawah temaram lampu dinding antik berornamen tembaga, mencerminkan ketegasan tekad yang tidak menyisakan ruang bagi keraguan. Tujuannya kini hanya satu, sayap timur kompleks kediaman Maheswara, tempat Bimo seharusnya berada. Informasi dari Tegar telah meruntuhkan dinding alibi yang selama ini dibangun oleh sepupu jauh sang patriarch tersebut. Bimo bukan lagi sekadar anggota
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Apa Kamu Lelah Hari Ini, Istriku

    Adipati menyandarkan dagunya di puncak kepala Citra, menghirup aroma vanila yang selalu berhasil menjernihkan gelombang kecemasan di kepalanya. "Bagaimana aku bisa bernapas dengan tenang, Citra, ketika aku tahu bahwa orang-orang yang ingin merebutmu dariku masih berusaha mencengkeram hidup kita?" gumam Adipati lirih. "Arisandi dan Hendra hanyalah pion kecil dari lab bawah tanah itu, aku tidak akan pernah merasa sepenuhnya aman." Citra melepaskan sedikit dekapannya, lalu mendongakkan wajahnya untuk menatap sepasang mata jernih Adipati yang berjarak hanya beberapa inci dari wajahnya. Jarak yang sangat dekat itu membuat napas mereka beradu, menciptakan ketegangan manis yang kontras dengan teror hukum di luar sana. "Kita sudah berjanji untuk melangkah bersama, Adipati," ucap Citra dengan suara jernih dan penuh keyakinan yang mengalirkan kekuatan magis ke dalam jiwa pemuda itu. "Perlawanan mereka di pengadilan esok lusa bukan tanda kehebatan mereka; itu adalah detik-detik terakhir kepa

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Sangat Melelahkan

    Jika kita dibiarkan mendekam di sel ini, seluruh aset rahasia lab bawah tanah dan dokumen Prototip-9 akan jatuh ke tangan Adipati secara permanen. Hendra tersenyum sinis, sudut bibirnya terangkat membentuk garis mengerikan di wajahnya yang pucat. "Tenanglah, Arisandi. Permainan ini belum berakhir. Kita memang kalah di lantai sembilan belas, tetapi hukum di luar sana memiliki banyak celah yang bisa dibeli dengan kekayaan jaringan lab bawah tanah." Hendra mengalihkan pandangannya kepada sang pengacara bayaran yang berdiri tegap di dekat pintu sel. "Bagaimana persiapan gugatan praperadilan darurat yang kita ajukan pagi ini?" Pengacara tersebut mengangguk hormat, lalu merapikan berkas di tangannya. "Gugatan sudah didaftarkan secara resmi ke Pengadilan Negeri atas dasar pelanggaran prosedur penangkapan paksa tanpa surat perintah kejaksaan definitif pada hari penangkapan Anda di kantor. Selain itu, kami menyebarkan isu ke media independen bahwa seluruh bukti digital yang diserahkan o

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Semakin Memanas

    Atmosfer di lantai sembilan belas gedung pada pagi hari ini tampak begitu tenang di permukaan, namun menyimpan riak ketegangan yang mendalam di balik dinding-dinding kaca kedap suara. Matahari pagi menyusup lembut melalui celah tirai, memantulkan garis-garis keemasan di atas meja kerja mahoni Adipati. Pria itu berdiri tegak di dekat jendela besar, mengenakan jas hitam legam berpotongan tajam, sementara pikirannya melayang pada kejadian RUPSLB kemarin sore yang berhasil membersihkan dewan komisaris dari cengkeraman sindikat lab bawah tanah. Namun, di dunia korporat dan kriminalitas tingkat tinggi, ular yang kepalanya nyaris terpenggal tidak akan pernah mati begitu saja. Mereka justru melilit semakin erat, meracuni sistem dari tempat paling gelap yang tidak terjangkau oleh cahaya lampu kantor. Di sudut ruangan, Citra duduk tenang di balik meja analisisnya. Tangannya merapikan beberapa dokumen keuangan terakhir, sementara di dalam tas kulit hitam yang terkunci rapat di laci bawah, flas

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Kita Memang Citra

    Insiden keributan di atrium kemarin dan skandal hubungan pribadinya dengan staf rendahan adalah bukti nyata bahwa integritas moral direksi utama telah runtuh total. Demi menyelamatkan nilai saham dari kejatuhan total, kita harus mengesahkan mosi pemecatan dalam RUPSLB besok pagi!" Beberapa anggota dewan yang terpengaruh mulai mengangguk setuju, merasa bahwa narasi yang dibangun oleh Arisandi adalah satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan aset investasi mereka. Mereka tidak tahu bahwa setiap kata, setiap rencana, dan setiap transkrip percakapan rahasia dari pertemuan ilegal tersebut sedang direkam dan disadap secara real-time oleh unit investigasi siber yang dipimpin langsung oleh Raka dari lantai sembilan belas. Kembali di ruang kerja utama Adipati, suasana berubah menjadi medan strategi tingkat tinggi. Adipati berdiri dari kursinya, merapikan kancing jasnya dengan gerakan mantap. Ia menatap Citra dan Raka bergantian. "Raka, siapkan seluruh berkas bukti aliran dana ilegal

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Tipu Daya Senior, Arisandi.

    Atmosfer di lantai sembilan belas gedung Adiguna Corp pada pagi hari ini telah bermetamorfosis menjadi sebuah ruang kendali operasi yang sunyi, presisi, dan mematikan. Jika pada babak sebelumnya kejatuhan Hendra Wijaya baru membuka lapis pertama dari jaringan pengkhianatan internal, hari ini level pembersihan melonjak satu tingkat lebih tinggi, berubah menjadi perburuan sistemieltik untuk memotong kepala gurita sindikat luar yang selama ini mencengkeram keuangan dan reputasi korporat secara ilegal. Di dalam ruang kerja pribadi Adipati, suasana tampak sangat kontras dengan hiruk-pikuk di luar. Layar monitor utama tidak lagi menampilkan grafik keuangan biasa, melainkan sebuah peta jaringan digital yang menghubungkan rekening-rekening bayangan di luar negeri, dokumen transaksi gelap, serta rekam jejak komunikasi antara Hendra Wijaya dan para petinggi komite eksternal Adipati duduk tegak di balik meja mahoni. Jas kerjanya tersampir di kursi, memperlihatkan kemeja putih dengan lengan t

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Ini Semua Fitnah!

    -ini... ini semua fitnah!" sanggah Hendra dengan suara terbata-bata, mencoba mempertahankan sisa-sisa harga dirinya yang runtuh. "Sistem server bisa diretas oleh siapa saja! Anda tidak bisa menuduh saya hanya berdasarkan log digital yang bisa dimanipulasi!" "Diretas?" Suara Citra mendadak memotong di tengah keheningan. Gadis itu melangkah perlahan dari sudut jendela, mendekati meja kerja Adipati dengan postur tubuh yang anggun namun memancarkan wibawa yang luar biasa. "Token otorisasi dan kata sandi tingkat eksekutif yang digunakan untuk mengekspor dokumen rekam medis itu adalah milik pribadi Anda, Pak Hendra. Dan catatan transfer dari rekening luar negeri atas nama sindikat medis sang dokter terdaftar langsung dengan verifikasi biometrik yang terhubung ke ponsel pribadi Anda di rumah." Citra berhenti tepat dua langkah di samping Adipati, menatap tajam ke mata Hendra yang kini bergetar ketakutan. "Anda bukan sekadar pengkhianat korporat," lanjut Citra dengan nada suara dingin da

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status