Cengkeraman tangan Adipati di kedua lengan Citra tidak kunjung mengendur, seolah pria itu lupa bagaimana caranya melepaskan diri dari situasi yang mendadak berubah di luar kendali logika dinginnya. Di bawah pendar temaram lampu koridor, jarak di antara mereka begitu tipis begitu tipis hingga Citra bisa merasakan getaran napas Adipati yang menyapu puncak kepalanya, dan Adipati bisa mendengar dengan sangat jelas degup jantung wanita itu yang bergemuruh liar seperti genderang perang."Kamu..." suara Adipati memecah keheningan, terdengar begitu rendah, serak, dan penuh tuntutan. Pria itu menunduk, menatap manik mata Citra yang membesar karena syok. "Berdiri di depan pintu kamar saya, pada pukul dua pagi, dengan balutan jubah tidur satin yang... entah sejak kapan menjadi standar pakaian patroli malam seorang istri?"Citra meneguk ludahnya dengan kasar. Tenggorokannya terasa kering, tersendat oleh kombinasi antara rasa malu, tertangkap basah, dan aroma maskulin khas Adipati yang terlalu men
Dernière mise à jour : 2026-09-22 Read More