Tangga darurat RS Medistra lantai 3 itu dingin, sepi, dan bau karbol. Tidak ada yang mau lewat sana. Semua orang memilih lift yang wangi dan cepat. Hanya Nadin yang ada di sana. Duduk di anak tangga paling bawah, memeluk lututnya, dengan piyama beruang belel pemberian Mahesa yang sudah 7 hari ia pakai tanpa ganti. Tangisannya tidak bersuara. Hanya isakan kecil yang tertahan di tenggorokan. Bahunya naik turun. Di kepalanya, kata-kata Mahesa tadi terus diputar ulang seperti kaset rusak. "Siapa gadis gendut ini? Suruh satpam keluarkan dia. Bau. Aku mual lihatnya. Aku tidak suka lihat orang gendut nangis, berisik." Kata-kata itu. Kata-kata yang selama 2 tahun ia dengar dari Putra, mantannya. "Dasar kulkas berjalan, gajah, badak, gendut!" Kata-kata yang selama 6 bulan terakhir, tidak pernah sekalipun ia dengar dari Mahesa. Mahesa selalu bilang, "Kamu cantik, Sayang. Kamu gemoy menggemaskan. Kamu berharga." Dan hari ini, Mahesa yang ia tunggu 7 hari 7 malam di kursi plastik dingin,
Last Updated : 2026-10-06 Read more