Hari itu akhirnya tiba, hari keberangkatan Nayla ke China. Malam itu Nayla sudah bersiap untuk berangkat ke bandara bersama Adit. Ina memutuskan untuk tidak ikut mengantar karena takut tidak bisa menahan perasaannya nanti. Bagi Ina ini menjadi perpisahan yang cukup berat, rumah akan kembali sunyi dan sepi tanpa Nayla."Aku berangkat dulu ya, Om, Tante. Aku tunggu Om dan Tante main ke Beijing ya," ucap Nayla sambil memeluk kedua orangtua angkatnya itu."Denger kan, Pa, kita harus kunjungin Nayla ya nanti kalau kanget banget. Sekalian jalan-jalan, iya kan Nay?" ucap Ina."Iya dong, aku akan ajak Om dan Tante ke semua tempat cantik dan restoran enak pokoknya," jawab Nayla bersemangat."Jaga diri kamu ya, Nay. Sering-sering telpon kami ya," pesan Iwan."Pasti, Om. Aku jalan dulu ya," pamit Nayla."Om, Tante, aku pamit juga ya," ucap Adit sambil membawakan koper Nayla dan memasukkannya ke bagasi mobilnya.Nayla kembali melambaikan tangan pada Iwan dan Ina sebelum mobil Adit melaju pergi. M
Last Updated : 2026-09-19 Read more