LOGINNayla hidup sebatang kara setelah kepergian Ibunya. Namun karena kebaikan koleganya, dia berhasil kuliah dan akhirnya pulang kembali ke Indonesia untuk mengejar mimpinya sebagai jurnalis. Tidak disangka pekerjaannya sebagai Jurnalis justru menguak masa lalu yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya.
View More"Saya setuju dengan usul Pak Rino," ucap Adit setelah Nayla menceritakan semua padanya. Nayla menoleh pada Adit. Dia selalu percaya dengan Adit, dia berharap kali ini Adit akan punya pandangan atau masukan yang berbeda."Semuanya Mas?" tanya Nayla memastikan."Iya. Mungkin kamu memikirkan perasaan Widya dan Tante Inge. Tapi bukankah menyimpan rahasia ini sama saja dengan membohongi mereka? Saya rasa mereka berhak tahu."Nayla hanya mendengarkan. Mereka memilih untuk duduk di sebuah restoran outdoor dengan pemandangan kota, yang cocok menemani di sore hari. "Mengenai Elevation, saya juga setuju. Saya yakin kamu bisa mengurus Elevation dengan sangat baik nantinya," lanjut Adit. "Mengenai sekolah lagi..." Adit menyeruput kopi di hadapannya sebelum melanjutkan kata-katanya. Nayla menunggu sambil ikut menyeruput teh yang dipesannya. "Saya juga setuju, walaupun saya akan merasa kehilangan kamu," ucap Adit sambil menatap Nayla lekat-lekat, sampai membuat Nayla salah tingkah. Adit tersen
Nayla berjalan perlahan mendekati tempat tidur dimana Rino berbaring. Rino menoleh pelan untuk melihat siapakah yang datang menjenguknya. "Nayla?" panggil Rino pelan. Nayla berjalan mendekat dan mengambil tempat duduk di sebelah ranjang rumah sakit itu. "Bagaimana kondisinya, Pak?" tanya Nayla."Sudah lebih baik. Terimakasih sudah datang kesini, Nak."Nayla tersentak saat mendengar panggilan Rino padanya. Sewaktu kecil dia selalu iri saat melihat teman-temannya menghabiskan waktu bersama Ayah mereka. Dia selalu membayangkan seperti apa rasanya punya ayah kandung yang akan menyanyanginya. Tiba-tiba air matanya menetes tanpa bisa ditahan. "Maafkan Bapak ya, Nay," ucap Rino lagi, walaupun dia tahu seribu permintaan maaf tidak akan bisa menyembuhkan luka dalam hati Nayla.Nayla mengangguk pelan, lalu berdiri dan memeluk Rino sambil menangis tersedu-sedu. Rino membalas pelukan itu dengan mengusap lembut kepala Nayla. Air mata Rino ikut menetes. Dia sadar betapa pahit hidup yang sudah d
Keesokan harinya Nayla datang ke Elevation. Setelah beberapa hari tidak terlihat, kehadirannya sontak menarik perhatian semua orang."Nay! Kemana aja sih lo? Sakit ya?" Willy langsung menghampiri Nayla begitu melihatnya. Nayla tersenyum. "Gak kok, Wil. Habis ada urusan sekalian ngabisin cuti."Jujur di dalam hatinya Nayla begitu merindukan suasana kantor, dan semua interaksi dengan rekan-rekannya."Jadi hari ini udah balik kerja lagi kan? Udah numpuk banget Nay kerjaan lo pasti," timpal Novi yang ikut menghampiri Nayla."Gue mau ketemu Mas Adit dulu ya," pamit Nayla."Ya udah gih Mas Adit juga baru sampe," ucap Willy.Dia sadar ada yang aneh dengan Nayla. Sebagai teman yang mengenal Nayla sejak hari pertama, dia bisa merasakan gerak-gerik yang tidak biasa. Namun dia tidak mau bertanya apapun, dia yakin Nayla akan menceritakan padanya nanti.Nayla langsung berjalan menuju ruangan Adit, yang terletak di sebelah ruangannya dengan Widya. Hatinya terasa sesak saat melihat ruangan itu. Dia
Adit langsung berlari kencang menuju ruang ICU setelah memarkir mobilnya. Sampai disana terlihat Widya dan Mamanya, Inge, yang sedang terduduk lemas dengan mata sembab. "Tante, Widya, gimana kondisi Pak Rino?" tanya Adit sambil berjalan mendekati mereka berdua. "Mas..." Widya tidak sanggup menahan tangisnya ketika melihat Adit. Setelah bekerja lama di Elevation dan menjadi orang kepercayaan Rino, Adit sudah seperti keluarga bagi mereka. Baik Widya maupun Inge sudah mengenal Adit dengan baik. Saat ada kejadian seperti ini, Adit menjadi orang pertama yang mereka hubungi."Papa belum sadar, Mas," isak Widya. Melihat Widya yang nangis tersedu-sedu, Adit langsung memeluk Widya dan menenangkannya.Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangannya diikuti dengan suster yang dan juga Rino yang masih terbaring lemah diatas tempat tidur. "Gimana Dok kondisi suami saya?" tanya Inge dengan wajah khawatir."Jantungnya melemah, jadi untuk saat ini lebih baik dirawat secara intensif dulu.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews