"Aku merasa gak bisa jalan lebih jauh lagi sama Nugie, Mas. Aku minta maaf karena dia sampai harus terlibat dalam masalah masa lalu aku," cerita Nayla. "Kamu yakin sama keputusan kamu ini, Nay?" Adit masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Nayla mengangguk mantap. "Aku merasa lega, Mas. Gak ada yang salah sama Nugie, hanya saja memang kita gak sejalan." Adit terdiam sejenak. Dia meletakkan gelas wine yang dipegangnya di meja. "Kalau memang kamu sudah yakin, saya gak bisa bilang apa-apa lagi, Nay. Tapi saya lega melihat kamu sudah lebih baik." "Sekarang aku masih harus menyelesaikan masalah aku dengan Om Iwan, Tante Ina, dan terutama Pak Rino. Tapi aku masih belum tahu harus gimana, Mas." "Pelan-pelan aja ya, Nay. Kalau sudah lebih tenang biasanya kita akan bisa kepikiran solusi yang baik." Nayla mengangguk, kemudian meneguk wine di tangannya. "Aku kangen suasana kantor, Mas. Kangen kerja," ucap Nayla lirih. "Kalau kamu mau berhenti dan pindah ke majalah lain
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-03 Mehr lesen