‘Mungkin dia eksekutif perusahaan ini?’ Naraya menautkan alis, tampak ragu. ‘Tapi rasanya terlalu muda… apa jangan-jangan dia anak konglomerat?’ tebak Naraya dengan alis tertaut. ‘CEO muda?’Tapi kemudian, dia menggelengkan kepala. “Naraya, jangan kebanyakan menghayal!” teriaknya dalam hati.Namun, jika saja itu benar, hal tersebut tidak ada hubungan dengannya. Toh setelah pertemuan ini, tugasnya sudah selesai.Di tengah perdebatan dengan dirinya, sang sopir yang sejak tadi tampak sedang menghubungi seseorang melalui pesan ponsel berkata, “Nona, Tuan Kaivan masih berada di ruang rapat dan mungkin akan selesai sekitar dua puluh menit lagi. Nona ingin menunggu di mobil atau di lobi?”Ditanya seperti itu, Naraya menoleh lagi ke arah dalam lobi gedung. Di saat itu, dia melihat sebuah toko roti di dalam lobby gedung. Merasa sedikit lapar karena belum sempat sarapan pagi tadi, Naraya pun berkata, “Tolong beri tahu Kaivan untuk menjemputku di toko roti itu kalau dia sudah selesai.”Sesaat, s
Terakhir Diperbarui : 2026-07-28 Baca selengkapnya