Sekejap Maya sempat kehilangan kata-kata kembali menatap lekat ke arah sahabatnya itu. “Nara, Sayang,” ucap Maya dengan hati-hati, seolah sedang berbicara kepada seseorang yang tak lagi mampu berpikir jernih. “Mereka itu keluarga Wiranata, pemilik perusahaan kesehatan terbesar di negeri ini. Dan kau berniat masuk lebih jauh ke dalam kehidupan mereka hanya untuk mencari bahan novel?”“Kesempatan tidak datang dua kali,” jawab Naraya lagi.“Ya, tapi–”“Setelah datang ke rumah keluarga Kaivan, aku baru sadar kalau ucapan Livia benar,” potong Naraya, lalu kesungguhan perlahan memenuhi wajah Naraya. “Kehidupan keluarga kaya yang sesungguhnya jauh berbeda dari apa yang selama ini kutulis. Cara mereka berbicara, kebiasaan mereka, bahkan ketegangan antara Kaivan dan p
Última actualización : 2026-09-06 Leer más