Share

Bab 17. Peringatan

Penulis: Nychinta
last update Tanggal publikasi: 2026-09-07 18:30:15

Sejak masuk ke dalam mobil beberapa menit lalu, Naraya sudah beberapa kali mencuri pandang ke arah pria yang duduk di sampingnya.

Kaivan duduk tenang di kursi belakang sambil menelusuri layar tablet di tangannya. Di balik kemudi, sopirnya fokus membelah jalanan kota, sedangkan Joshua menempati kursi penumpang di sebelahnya. Sesekali, pria itu memeriksa sesuatu melalui ponselnya sebelum kembali mengarahkan pandangan

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Lilyan
lanjut chinta
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Nikahi Aku, Nyonya Naraya   Bab 23. Ayo Menikah Saja

    Nama itu membuat perubahan pada wajah Kaivan semakin terlihat.Sorot matanya berubah dingin, sedangkan garis rahangnya tampak mengeras. Pria itu tidak mengatakan apa pun, tetapi Naraya dapat merasakan genggaman tangannya perlahan mengencang.Bukan sampai menyakitkan, tetapi cukup untuk memperlihatkan bahwa nama Nikata memberikan pengaruh yang besar kepadanya.Naraya menatap sisi wajah Kaivan dengan hati-hati. Nama itu tidak sepenuhnya asing baginya.Naraya pernah melihatnya tercantum dalam dokumen yang ditandatanganinya setelah lamaran di restoran. Pada saat itu, dia tidak terlalu memikirkan siapa pemilik nama tersebut karena pikirannya sudah dipenuhi terlalu banyak persoalan.Namun, sekarang Naraya mulai menghubungkan semuan

  • Nikahi Aku, Nyonya Naraya   Bab 22. Apa Kau Sengaja?

    Naraya tidak segera melanjutkan jawabannya.Tentu saja dia tahu bagaimana rasanya memiliki seorang anak. Terlebih lagi, dia juga mengetahui betapa menyakitkannya ketika dipisahkan secara paksa dari anak yang telah dilahirkan dan dirawat dengan penuh kasih sayang.Namun, dalam hubungan yang hanya berupa sandiwara ini, Naraya tidak mungkin mengungkapkan identitasnya kepada Nenek Kaivan.Lagi pula, sekalipun hubungannya dengan Kaivan nyata, mungkinkah keluarga Wiranata menerima seorang janda yang telah memiliki anak sebagai bagian dari keluarga mereka?Latar belakang mereka terlalu berbeda. Jangankan kedudukan keluarganya, kehidupan Naraya bahkan tidak dapat dibandingkan dengan orang-orang yang hadir di ruangan ini.Naraya menun

  • Nikahi Aku, Nyonya Naraya   Bab 21. Apa Kau Tahu Rasanya?

    Begitu memasuki aula, Naraya langsung menyadari bahwa dirinya sedikit meremehkan besarnya acara malam itu.Ruangan tersebut dipenuhi orang-orang dengan pakaian resmi. Lampu kristal yang menggantung di langit-langit memancarkan cahaya keemasan, berpadu dengan rangkaian bunga putih dan biru yang menghiasi setiap sudut. Di bagian depan terdapat panggung besar dengan lambang Asterion Healthcare Group terpampang di tengahnya.Beberapa layar menampilkan informasi mengenai program bantuan pengobatan bagi anak-anak penderita kanker dari keluarga kurang mampu.Naraya sempat memperlambat langkah.Untuk pertama kalinya sejak datang, dia benar-benar memahami alasan acara tersebut diselenggarakan.“Ini acara penggalangan dana?” tanyanya pelan.Kaivan mengangguk. “Asterion mengadakannya setiap tahun.”“Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai pengobatan anak-anak di beberapa rumah sakit milik Asterion,” tambah sang nenek. “Termasuk Crown Medical Center.”Naraya memperhatikan foto-foto anak

  • Nikahi Aku, Nyonya Naraya   Bab 20. Terlihat Cantik

    Kalimat itu membuat dada Naraya terasa menghangat.Dia tidak menyangka akan mendengar ucapan seperti itu dari Nenek Kaivan. Perhatian wanita tersebut terasa begitu tulus, seolah-olah Naraya benar-benar sudah dianggap sebagai bagian dari keluarganya.“Terima kasih, Nek,” ucap Naraya pelan.Nenek Kaivan tersenyum tipis. “Tidak perlu berterima kasih. Mulai sekarang, kau tidak sendirian.”Ucapan itu seharusnya membuat Naraya merasa bahagia. Namun, di saat bersamaan, rasa bersalah justru menyusup ke dalam hatinya.Bagaimana jika suatu hari nanti Nenek Kaivan mengetahui bahwa hubungannya dengan Kaivan tidak pernah nyata?Naraya tidak sanggup membayangkan kekecewaan yang mungkin muncul di wajah wanita itu. Karena itu, dia memilih mengabaikan pikirannya dan menikmati kebaikan yang diterimanya hari ini.Lagi pula, kesempatan seperti ini mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya.Diam-diam Naraya merekam setiap pengalaman tersebut di dalam kepalanya. Mulai dari ruang perawatan pribadi, paka

  • Nikahi Aku, Nyonya Naraya   Bab 19. Pendukungmu

    Naraya menahan napas.Pada saat itulah dia berhasil mengingat wanita di hadapannya.Wanita ini adalah Felecia, salah satu kerabat keluarga Wiranata yang masih memiliki hubungan sepupu dengan Kaivan. Dari semua nama yang harus diingatnya hari ini, Felecia merupakan salah satu orang yang sebaiknya dia hindari.Berdasarkan informasi yang dibacanya tadi, Felecia memang ada hubungan keluarga jauh dengan keluarga Wiranata. Kemungkinan besar wanita itu mungkin tahu tentang hubungan asmaranya Kaivan.Karena itu, Naraya tidak boleh terlalu banyak berbicara dengannya.Namun, sekarang mereka malah diperkenalkan secara langsung. Bagaimana caranya menghindar tanpa membuat hubungan palsu mereka terbongkar?“Kamu ... calon istri Kaivan?” ulang Felecia sambil menunjuk ke arah Naraya.Tatapannya kembali menyusuri penampilan Naraya dari ujung kepala hingga kaki. Senyum masih terukir di bibirnya, tetapi sama sekali tidak mencapai kedua matanya.Naraya berusaha mempertahankan ketenangannya. “Ya.”“Ini be

  • Nikahi Aku, Nyonya Naraya   Bab 18. Calon Istri Kaivan?

    Ucapan Kaivan membuat Naraya tidak segera bereaksi.Jemarinya tanpa sadar mencengkeram tablet yang masih berada di tangannya. Tatapan pria di hadapannya terasa seolah-olah sedang membongkar niatnya.“Kau ....”Naraya merasa tidak pernah melakukan sesuatu yang berlebihan. Dia hanya menerima tawaran Kaivan, mengikuti sandiwara mereka, lalu berusaha mendekati sang nenek untuk mendapatkan bahan riset bagi novelnya.Baiklah, mungkin bagian terakhir memang terdengar mencurigakan.Namun, sebelum Naraya sempat mengatakan apa pun, Kaivan mengembuskan napas pelan. Ketegangan di wajahnya perlahan menghilang, digantikan ekspresi yang lebih santai.“Sepertinya kita memang sal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status