Pandangan Ehren seketika tertahan pada beberapa kata yang tercetak di bagian kepala dokumen itu, Surat Pemberitahuan Penerimaan Permohonan Arbitrase Ketenagakerjaan!Selain itu, tanggal pengajuannya ternyata enam hari yang lalu!Tepat pada hari dia memblokir kartu milik Liora!"Arbitrase ketenagakerjaan?"Ehren seolah mendapat hantaman keras. Matanya terbelalak, nada suaranya bahkan berubah. "Kamu ... kamu ternyata ....""Pak Ehren." Suara Liora sedingin mata air es, nyaris tanpa emosi. "Kalau kita bertemu lagi, mari kita bicara di pengadilan."Setelah mengatakan itu, Liora mengalihkan pandangan, seolah melihat Ehren sedikit lebih lama saja sudah membuatnya jengah."Liora! Tunggu! Kita ...."Kepanikan luar biasa mencengkeram hati Ehren. Tanpa sadar, dia mengulurkan tangan, berusaha meraih Liora."Ehren ... Ehren ... perutku ... sakit sekali ...."Tepat saat itu, Yuna tiba-tiba mengerang kesakitan. Sambil memegangi perutnya, matanya berkaca-kaca. "Anak kita ... anak kita ... Ehren, anta
Read more