Begitu kalimat itu selesai diucapkan, ponsel Ehren bergetar berkali-kali.Ternyata ada pesan baru di grup obrolan teman-temannya.[Tuan Muda Ehren! Tuan Muda Ehren! Ada kabar besar! Viona Rahadi, wanita yang selama ini menjadi cinta sejati Devon, telah kembali ke tanah air!][Sudah kuduga! Dulu, Devon hampir kehilangan nyawanya demi dia. Setelah Viona pergi ke luar negeri, Devon seperti jadi membenci semua wanita. Siapa pun yang mendekatinya pasti bernasib buruk. Sekarang, tiba-tiba dia mau menikah. Kalau pengantinnya bukan Viona, aku rela kepalaku dipenggal.][Selamat ya, Ehren. Selama beberapa tahun terakhir, kakakmu sama sekali nggak punya kelemahan. Dia terus menekanmu dan makin menguasai kekuasaan serta kedudukan di Keluarga Januarta. Sekarang, cinta lamanya sudah kembali. Entah kekacauan sebesar apa yang bakal terjadi lagi. Cepat manfaatkan kesempatan ini. Selagi dia lengah, habisi dia.]Ehren menatap lekat setiap kata di layar. Ketegangan yang membelenggu sarafnya seolah putus s
Read more