Pikiranku ditarik kembali dari kenangan masa lalu yang jauh. Di ujung telepon, suara makian ibunya Arga sudah berubah menjadi permohonan."Rania, Tante yang salah. Semuanya adalah kesalahanku.""Di acara pertunangan, kau tidak datang, lalu cincin dan gaunmu semuanya diberikan pada Maya.""Arga menunggumu sangat lama dan tidak kunjung datang, lalu dia melihat Maya memakai barang-barangmu.""Dia marah dan menghancurkan seluruh tempat acara. Maya bilang kau sudah pergi, tapi Arga berteriak tidak percaya.""Dia berlari keluar dari tempat acara, bilang mau mencarimu, lalu, lalu … terjadi kecelakaan ....""Sebelum pingsan, dia masih terus memanggil namamu.""Rania, tolonglah, anggap saja Tante memohon padamu. Tolong datang dan temui Arga, ya?""Dia ... kali ini, mungkin tidak akan bisa bertahan ...."Di ujung telepon, tak ada lagi kata-kata yang terucap, hanya tersisa isakan pilu.Aku menggenggam ponsel erat, jari-jariku menegang hingga memutih.Saat kuku hampir menusuk telapak tangan, seseo
Read more