Short
Jangan Terperangkap di Rawa yang Sama

Jangan Terperangkap di Rawa yang Sama

โดย:  Linaจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8บท
2views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Pada hari ketika kedua orang tuaku datang dari jauh untuk membicarakan tentang urusan pernikahan, keluarganya Arga Pradipta justru datang terlambat. Setelah panggilan ketiga tidak dijawab, ibuku tersenyum sambil menenangkanku. "Mungkin terjebak macet. Tidak apa-apa, ayah dan ibu akan menunggu." Penantian itu pun berlangsung hingga tiga jam lamanya. Raut wajah ayah dan ibuku yang semula penuh harapan dan kebahagiaan menjadi sedih dan pilu. Ayah berulang kali merapikan setelan jasnya yang terasa serba salah, dan akhirnya tak bisa menahan diri lagi. Matanya memerah, lalu bertanya dengan suara bergetar. "Nak, apa ... benar-benar harus dia?" "Ayah tidak bermaksud memisahkan kalian, Ayah hanya khawatir, tempat ini jaraknya ribuan kilometer dari rumah." "Kalau nanti kau diperlakukan tidak baik, aku dan ibumu … tidak akan bisa segera datang untukmu." Kukuku tertancap di telapak tangan. Sambil tersenyum, aku menuntun mereka berdiri, lalu berkata pada keduanya. "Ayah, Ibu, ayo kita pulang saja. Aku sudah tidak inginkan pernikahan ini lagi!"

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Setelah membawa orang tuaku pulang dan memastikan mereka beristirahat dengan baik, barulah aku menerima telepon dari Arga.

Dia langsung menginterogasi dengan nada yang agak kasar.

"Kami sudah sampai di restoran, kenapa tidak ada orang di ruangan?"

"Pernikahan itu adalah hal besar, apa orang tuamu tidak menganggapnya serius? Bahkan sampai terlambat begitu?"

Aku terdiam sejenak, baru menjawabnya dengan suara datar.

"Arga, orang tuaku sudah menunggu selama tiga jam, kalian yang tidak datang."

"Bukan kami yang tidak menganggapnya serius, tapi kalian yang tidak pernah menghargai orang tuaku."

Orang di seberang telepon terdiam sejenak, lalu suaranya melunak.

"Maya berhasil diterima program pascasarjana lewat jalur rekomendasi, orang tuanya hari ini datang dari kampung untuk merayakan."

"Mereka berdua masih asing di kota ini, dan Maya yang masih mahasiswa tidak bisa mengurus semuanya sendirian, jadi aku pergi menjemput mereka di stasiun."

"Kau juga tahu, keluargaku sudah membiayai Maya selama tiga belas tahun, aku sudah menganggapnya seperti adik kandungku sendiri. Orang tuanya datang, aku tidak mungkin membiarkan mereka begitu saja."

Arga jarang sekali memberikan penjelasan, tetapi setelah mendengarnya, hatiku justru semakin sesak.

Saat orang tuaku datang kemarin, di kantorku sedang ada rapat besar, jadi aku benar-benar tidak bisa pergi.

Terpaksa aku menelepon Arga dan memintanya untuk menjemput mereka.

Bagaimana dia menjawab saat itu?

"Mereka kan sudah dewasa, bukan anak-anak lagi. Minta saja mereka naik taksi sendiri, masa bisa hilang?"

Aku menjelaskan dengan sabar.

"Orang tuaku jarang bepergian jauh, mereka juga tidak terbiasa memesan taksi daring. Bahkan, tiket kereta api mereka pun aku yang membelikannya."

"Stasiun tidak jauh dari rumah, kau bisa mengemudi ke sana untuk menjemput mereka ...."

Belum selesai aku berbicara, dia sudah memotong dengan nada tidak sabar.

"Aku sudah capek seharian bekerja, setelah pulang kerja masih harus disuruh-suruh ini dan itu olehmu."

"Mereka itu orang tuamu, ya tanggung jawabmu. Pokoknya aku tidak mau tahu."

Telepon berbunyi dua kali, lalu ditutup olehnya.

Akhirnya, aku menelepon temanku, dan dia langsung pergi menjemput tanpa banyak bicara.

Orang yang sebentar lagi akan menjadi suamiku ternyata tidak lebih bisa diandalkan daripada seorang teman.

Memikirkan hal itu, aku merasa agak ironis, dan tak bisa menahan diri untuk tertawa.

Di ujung telepon, Arga terdengar jauh lebih santai.

"Kalau kau tertawa, berarti masalah ini sudah selesai."

"Rania, lain kali jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini lagi. Kau juga tahu, perbedaan latar belakang keluarga kita sangat besar, dan orang tuaku memang sejak awal kurang setuju dengan hubungan kita."

"Aku akan cari waktu lagi. Nanti, suruh orang tuamu minta maaf pada orang tuaku, baru kita bahas pernikahan lagi."

Nada suaranya terdengar sangat angkuh, kata-katanya terdengar seakan itu adalah hal wajar.

Aku menggenggam ponselku erat-erat, lalu menjawabnya.

"Tidak usah"

"Orang tuaku akan segera pulang."

Arga terdiam sesaat sebelum menjawab dengan ringan.

"Ya sudah, lagipula pernikahan ini akan dilakukan sesuai keinginan orang tuaku, orang tuamu sepertinya juga tidak bisa memberi saran apa-apa"

Dari ujung telepon, tiba-tiba terdengar suara manis Maya.

"Kak Arga, orang tuaku sudah pesan makanan, benar-benar merepotkanmu. Ayo cepat masuk, kita makan bersama."

Lalu, seperti biasanya, telepon itu langsung ditutup begitu saja olehnya.

Di ruang tamu, ibu menghampiriku dengan canggung, dia menggenggam tanganku, raut wajahnya dipenuhi kelembutan.

"Rania, aku dan ayahmu tidak apa-apa. Jangan mengucapkan kata-kata seperti itu hanya demi membela kami."

"Asal Arga memperlakukanmu dengan baik, itu sudah cukup. Kami akan pulang setelah menghadiri pernikahan dan tidak akan merepotkan kalian."

Hatiku terasa perih, aku berbalik memeluk lengan ibuku, dan berkata.

"Ibu, kantor pusat sedang membuka cabang baru di kampung halaman kita, aku sudah mengajukan permohonan mutasi."

"Tiga hari lagi, aku akan pulang bersama kalian."

Ibu tampak sangat terkejut, nada suaranya meninggi penuh kegembiraan, lalu bertanya balik.

"Benarkah?"

Aku tersenyum mengangguk.

"Sungguh."

Ayah dan ibu kembali bergegas membereskan barang-barang. Semua barang perlengkapan yang semula mereka bawa untuk kugunakan setelah menikah nanti.

Sekarang, barang-barang itu harus dibawa kembali dalam keadaan utuh.

Saat Arga pulang, waktu sudah lewat tengah malam.

Dalam keadaan setengah tertidur, aku dipeluk dari belakang,

"Sayang, kenapa malam ini kau tidur duluan tanpa menungguku?"

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
8
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status