分享

Bab 5

作者: Lina
Aku membuka suara dan memotong perkataannya.

"Tante, aku sudah putus dengan Arga."

"Kalau ada apa-apa, cari Maya saja! Tidak usah cari aku."

"Lagipula, dari dulu Tante juga selalu meremehkan keluarga kami, kan?"

Dari seberang telepon, terdengar suara teguran tajam yang penuh amarah.

"Rania, apa maksudmu?"

"Berapa banyak yang telah dikorbankan putraku demi kau?"

"Demi tetap menikahimu, dia bahkan hampir putus hubungan dengan keluarganya. Sekarang Arga kecelakaan, tapi kau bersikap begini?"

Aku t
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Jangan Terperangkap di Rawa yang Sama   Bab 8

    Aku tidak menyangka akan bertemu Arga lagi.Juga tidak menyangka, dia akan muncul dengan penampilan seperti ini.Dia berdiri dengan bertumpu pada tongkat dan mengenakan mantel tebal, tak lagi memancarkan pesona gagah dan menawan seperti dulu.Dia terlalu kurus hingga tulang pipinya menonjol, membuat wajah tampannya itu tampak agak suram. Begitu melihatku, dia bertumpu pada tongkatnya dan melangkah maju dua langkah dengan penuh haru.Sorot matanya berkilau, lalu dia berbicara dengan suara serak. "Rania ....""Di acara pertunangan waktu itu, tidak ada campur tangan Maya sama sekali.""Sembilan ratus sembilan puluh sembilan tangkai mawar merah kupilih satu per satu dengan tanganku sendiri.""Undangan yang dikirim, aku tulis satu per satu dengan tanganku sendiri sampai begadang.""Lokasi acaranya juga kupilih sendiri. Aku bolak-balik mencarinya sampai akhirnya menemukan tema langit berbintang yang paling kau sukai.""Aku kira ... kau akan datang."Aku berdiri di tempat, terdiam sejenak,

  • Jangan Terperangkap di Rawa yang Sama   Bab 7

    Di sisi lain, ibunya Arga memandang kosong ponselnya sendiri yang baru saja diputus panggilannya.Di telinganya, suara tangisan nyaring Maya terus terdengar.Dia mengangkat kepala, melirik sekilas, lalu mencibir dengan nada sinis. "Arga sedang operasi, dia tidak bisa melihat kepura-puraanmu itu. Jadi, tidak perlu akting lagi!"Wajah Maya langsung membeku, matanya berkaca-kaca. Dia menoleh ke arah ibunya Arga, dan berkata pelan."Tante, apa maksudnya? Aku cuma khawatir pada Kak Arga."Ibunya Arga menatapnya sambil tertawa dingin, lalu mencibir."Kau benar-benar mengira aku tidak bisa melihat aktingmu yang payah itu?""Dulu aku tidak suka dengan Rania, jadi aku sengaja memihakmu untuk membuatnya kesal.”"Sekarang kalau dipikir-pikir, apa yang kulakukan itu benar-benar tidak sebanding. Membuang mutiara, hanya demi memungut ...."Maya masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi pada saat itu, pintu ruang operasi terbuka dari dalam.Seketika, ibunya Arga tidak lagi memedulikan Maya dan langsung

  • Jangan Terperangkap di Rawa yang Sama   Bab 6

    Pikiranku ditarik kembali dari kenangan masa lalu yang jauh. Di ujung telepon, suara makian ibunya Arga sudah berubah menjadi permohonan."Rania, Tante yang salah. Semuanya adalah kesalahanku.""Di acara pertunangan, kau tidak datang, lalu cincin dan gaunmu semuanya diberikan pada Maya.""Arga menunggumu sangat lama dan tidak kunjung datang, lalu dia melihat Maya memakai barang-barangmu.""Dia marah dan menghancurkan seluruh tempat acara. Maya bilang kau sudah pergi, tapi Arga berteriak tidak percaya.""Dia berlari keluar dari tempat acara, bilang mau mencarimu, lalu, lalu … terjadi kecelakaan ....""Sebelum pingsan, dia masih terus memanggil namamu.""Rania, tolonglah, anggap saja Tante memohon padamu. Tolong datang dan temui Arga, ya?""Dia ... kali ini, mungkin tidak akan bisa bertahan ...."Di ujung telepon, tak ada lagi kata-kata yang terucap, hanya tersisa isakan pilu.Aku menggenggam ponsel erat, jari-jariku menegang hingga memutih.Saat kuku hampir menusuk telapak tangan, seseo

  • Jangan Terperangkap di Rawa yang Sama   Bab 5

    Aku membuka suara dan memotong perkataannya."Tante, aku sudah putus dengan Arga.""Kalau ada apa-apa, cari Maya saja! Tidak usah cari aku.""Lagipula, dari dulu Tante juga selalu meremehkan keluarga kami, kan?"Dari seberang telepon, terdengar suara teguran tajam yang penuh amarah. "Rania, apa maksudmu?""Berapa banyak yang telah dikorbankan putraku demi kau?""Demi tetap menikahimu, dia bahkan hampir putus hubungan dengan keluarganya. Sekarang Arga kecelakaan, tapi kau bersikap begini?"Aku terdiam, teringat saat-saat awal aku bersama Arga.Saat itu, aku hanya mengira kondisi ekonomi keluarganya sedikit lebih baik, tidak menyangka dia adalah anak orang kaya.Pada bulan ketiga hubungan kami, ibunya Arga datang menemuiku. Tidak seperti adegan klise di novel yang melemparkan cek.Dia hanya duduk di sana dan menatapku dari ujung kepala hingga ujung kaki.Lalu, dia mengangkat cangkir kopi, menyesapnya, dan berkata dengan anggun. "Rania, kudengar kau berasal dari sebuah desa di wilayah s

  • Jangan Terperangkap di Rawa yang Sama   Bab 4

    Begitu melihatku, dia berdiri. Setelah terdiam sejenak, baru membuka suara. "Orang tuanya Maya akan tinggal di rumah kita untuk sementara waktu.""Bukannya orang tuamu sebentar lagi akan pulang? Aku sudah minta orang untuk membereskan barang-barang mereka."Aku menyunggingkan senyum sinis, lalu berkata sarkas."Arga, dulu aku tidak pernah sadar kalau kau ternyata benar-benar menantu yang baik."Setelah itu, aku tidak lagi menghiraukan tiga pasang mata yang menatap penuh kewaspadaan di ruang tamu, lalu kembali ke kamar sendirian.Arga mengikutiku masuk, dan mencoba membujukku dengan lembut seperti biasa. "Rania, jangan marah. Aku sudah menyuruh orang memesankan hotel bintang lima untuk orang tuamu. Nanti aku akan antar barang-barangnya ke sana dengan mobil.""Keluarga Maya bagaimanapun juga adalah tamu, kita harus menghargai mereka."Aku tidak berkata apa-apa, dan terus membereskan barang-barang.Arga mendekatiku, lalu membantuku melipat pakaian. "Rania, aku merasa akhir-akhir ini ka

  • Jangan Terperangkap di Rawa yang Sama   Bab 3

    Saat bergegas tiba di rumah sakit, aku melihat ibuku sedang bersandar di atas tandu di koridor sambil meneteskan air mata dalam diam.Aku segera berlari menghampiri dan melihat ada luka menganga yang besar di kepala ayahku.Luka itu sudah ditangani secara sederhana, tetapi darahnya masih terus mengalir."Dokter, di mana dokternya? Lukanya masih berdarah, kenapa tidak segera menolongnya?"Ibu terdiam cukup lama sebelum akhirnya berkata. "Hanya ada satu dokter di ruang gawat darurat, dan di ruang perawatan sementara juga tinggal satu. Arga menyuruh … menyuruhnya untuk menolong orang lain dulu." Kepalaku terasa berdenyut kencang. Aku langsung berdiri, dan tepat saat itu pintu ruang rawat di belakangku terbuka.Maya memeluk Arga, matanya memerah, berkata dengan suaranya yang terdengar lemah. "Kak Arga, terima kasih. Kalau bukan karena kau meninggalkan orang tua Kak Rania dan datang menolongku, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana."Pria itu menepuk pelan punggungnya sambil menenan

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status