Mobil itu melaju membelah jalanan kota sore itu. Di tengah perjalanan, Alan memajukan tubuhnya sedikit dari kursi belakang, menyandarkan siku di antara dua kursi depan seraya melemparkan senyum jahil pada Wina.“Nah, Win, kapan lagi disetirin sama CEO sendiri,” goda Alan.Wina mendengus pelan, menatap Alan dengan tatapan pasrah. “Mas Alan, tolong ya... jangan bikin saya makin canggung. Ini rasanya lebih deg-degan daripada sidang skripsi!”Kayla melirik Wina melalui spion dalam, lalu menertawakan sahabatnya itu. “Tenang aja, Win. Kalau Pak CEO ini nyetirnya ugal-ugalan, dipotong aja gajinya nanti.”“Mana ada staf potong gaji CEO-nya sendiri,” sahut Fery terkekeh santai seraya mempertahankan genggaman tangannya di atas pangkuan Kayla, mengemudikan mobil hanya dengan satu tangan. “Tapi khusus sore ini, anggap aja saya cuma suaminya Kayla, bukan bos kalian. Bebas mau pesan jajanan apa aja, Alan yang bayar.”“Lho! Kok aku yang bayar, Fer?!” seru Alan tidak terima dari belakang. “Tadi janji
Last Updated : 2026-09-13 Read more