Napas Kayla terengah saat berusaha meraup oksigen sebanyak-banyaknya begitu Fery perlahan melepaskan ciuman menuntut mereka.“Mas mau bikin aku pingsan, ya?” gerutu Kayla seraya memukul pelan dada bidang sang suami.“Maaf, Sayang. Mas terlalu rindu,” jawab Fery tanpa rasa bersalah, senyum tipis terukir di bibirnya seraya menatap teduh wajah istrinya yang merona.“Rindu? Alasan itu terus yang Mas pakai setiap malam,” sahut Kayla seraya terkekeh pelan.“Tapi kamu suka, kan?” goda Fery seraya mencubit gemas ujung hidung sang istri.“Sakit, Mas...” rengek Kayla manja seraya melingkarkan kedua tangannya di pinggang Fery, menyandarkan kepalanya sejenak di dada pria itu.Fery membelai punggung Kayla, suaranya kembali merendah penuh godaan, “Mau lanjut?”Kayla mendongak, berusaha menahan debar di dadanya. “Kita harus ke kantor cabang sebentar lagi, Mas Bos.”“Sebentar saja, Sayang,” bujuk Fery seraya menundukkan wajahnya kembali.Kayla tersenyum nakal, lalu sedikit berjinjit dan berbisik tepa
Last Updated : 2026-08-30 Read more