Selesai makan malam, Raja dan Elang berdiskusi mengenai pengembangan perusahaan. Sementara para wanita berbincang di ruang keluarga.Seperti biasa, Regita hanya kedapatan bagian diam. Dia tak akan berbicara jika tidak bertanya. Tidak buka suara jika tidak diminta."Regita. Selamat atas kehamilanmu. Aku senang sekali saat mendengar kamu hamil anak kembar." Ujar Silvya mengulum senyum."Terima kasih, nyonya."Silvya tertawa pelan. "Jangan lagi formal padaku. Panggil aku seperti Alisa memanggilku saja. Apalagi sekarang di rahimmu akan ada pewaris yang lahir. Itu artinya mereka juga anakku."Mendengar itu, Regita ikut tersenyum."Baik, mbak Silvya.""Nah, itu baru enak di dengar." Seru Silvya tertawa canggung."Regita.." panggil Alisa kelu. Wajah wanita ini melayu akibat rasa bersalahnya. "Aku meminta maaf. Aku.. sudah salah paham padamu selama ini hingga terus menjauhimu.. apalagi kemarin kamu juga hampir celaka k
Dernière mise à jour : 2026-09-08 Read More