"Aku harus memuji nyalimu, Regita. Kamu sungguh luar biasa." Sambung Silvya mengulas senyum.Melihat itu, Regita memperlihatkan lagi sikap tenangnya. Ia tersenyum sembari menatap hormat."Saya butuh bimbingan dari nyonya Silvya. Tolong bantu saya untuk menjadi istri yang baik untuk tuan Elang.""Pasti! Aku akan membimbingmu menjadi istri yang bisa menghasilkan pewaris untuk Elang!" Sahut Silvya tersenyum miring.Regita kembali tersenyum. Dengan anggun, dia mengambil kopi americano yang ada di hadapannya. Sengaja ia menarik jasnya yang ada di pergelangan untuk memperlihatkan sesuatu.Dengan ekspresi berkelas, Regita mengambil kopi itu dan meresapnya perlahan. Sementara Silvya jadi salah fokus! Di tangan kecil wanita itu ada sebuah gelang berlian berwana merah melingkar.Sial! Silvya sampai mendesis."Cantik sekali gelangmu, Regita." Cetus Silvya tak sabar."Oh, ini.." Regita terkekeh. "Berlian merah. Hadiah pembe
Dernière mise à jour : 2026-08-31 Read More