Malam sudah cukup larut ketika Alex berdiri di depan jendela besar penthouse, memandangi lampu Jakarta yang berkilauan jauh di bawah sana. Ponselnya masih berada di tangannya, layar menampilkan nomor yang baru saja meneleponnya. Tidak ada nama, tidak ada identitas, tetapi Alex tidak membutuhkan keduanya untuk tahu siapa yang berada di balik panggilan itu.Vandermeer.Pria yang selama bertahun-tahun hanya hidup sebagai bagian dari masa lalu yang sengaja Alex tinggalkan, kini kembali setelah menyerang Hartawan Group dan memaksanya kehilangan jabatan. Semua itu, menurut Vandermeer, dilakukan demi satu tujuan.Mendapatkan Alex kembali.Alex menurunkan ponselnya perlahan ketika suara langkah terdengar dari arah ruang tengah. Aruna muncul sambil membawa dua cangkir kopi, tetapi langkahnya melambat begitu melihat ekspresi Alex yang berbeda dari biasanya.“Kamu bicara dengannya?” tanya Aruna, meletakkan salah satu cangkir di meja sebelum mendekat.Alex tidak langsung menjawab. Ia memasukkan p
最終更新日 : 2026-10-08 続きを読む