“Bapak mau ngapain?” tanyaku pelan sambil mengikuti arah pandang matanya. Ia tidak langsung menjawab. Jemarinya yang dingin merayap dari pinggang hingga menahan kedua pergelangan tanganku di belakang tubuh."Nurut sebentar," bisiknya serak, menempelkan bibirnya tepat di ceruk leherku hingga napas hangatnya membuat seluruh tubuhku meremang kaku. "Ini hadiah untuk sekretaris saya yang sudah kerja keras hari ini."Ia melilitkan ikat pinggang itu di sekeliling pergelangan tanganku, mengikatnya cukup kencang hingga aku tidak bisa melepaskan diri. Bukan sampai sakit, tapi cukup untuk membuatku sadar sepenuhnya bahwa malam ini kendali sepenuhnya ada di tangannya.“Terlalu kencang?” tanyanya, matanya menatap lurus ke mataku.Aku menggeleng pelan. “Tidak, Pak…”Senyum tipis muncul di sudut bibirnya. Ia menarik ujung ikat pinggang, memaksaku condong ke depan sedikit, lalu menciumku dengan kasar. Lidahnya masuk tanpa basa-basi, menguasai dan menuntut. Aku membalas semampuku, tapi keterbatasan g
Última atualização : 2026-10-08 Ler mais