“Aku ada sepuluh juta. Maaf ya, Siena… Mamaambil ATM-ku,” ucap Nina lirih."Nin..., aku menelponmu bukan untukminta kamu bantu aku lagi. Utangku padamu sudah terlalu banyak. Aku cuma maucerita, karena aku sudah tidak sanggup menanggung beban ini sendirian."Isak tangisku akhirnya pecah. Aku sadarbetul tidak bisa terus-menerus bergantung pada Nina. Aku tahu, orang tuanyasudah mulai melarang Nina bergaul denganku karena menganggapku seperti lintahdarat yang hanya memanfaatkan kebaikan anak mereka.Padahal Nina adalah sahabat paling tulusyang kupunya. Aku tidak mau merusak persahabatan ini hanya karena terus-terusanmenjadi beban."Terima kasih ya, Nin... Sepuluh jutaitu besar banget, tapi aku tidak bisa terima," bisikku berusaha menghapussisa air mata di pipi. "Kamu simpan saja uang itu. Terima kasih sudah maumendengarkan cerita aku malam-malam begini seperti biasanya."Di seberang telepon, Nina sempat hendakmemprotes, namun suaranya perlahan tersapu kebisingan langkah kaki y
Terakhir Diperbarui : 2026-08-03 Baca selengkapnya