Sampai di rumah, aku disambut sikap dingin Ibu. Beliau memilih bungkam dan sama sekali tidak mau menatap ataupun menyapaku. Meski begitu, aku tetap bertahan merawatnya telaten, menyelimuti tubuh sepuhnya, dan mengecup keningnya sebelum tidur. Sebab sejak melihatnya terbaring tak berdaya di rumah sakit beberapa minggu lalu, pikiran itu sering kali hinggap “ bagaimana kalau detik ini adalah kesempatan terakhirku melihat Ibu? Entah aku yang pergi duluan, atau Ibu.” Bicara tentang kematian memang selalu jadi hal yang paling menakutkan.Setelah memasak air hangat dan mandi, aku masuk ke kamar. Rasa lelah yang menumpuk membuat mataku amat berat. Aku baru saja mencoba memejamkan mata sampai menyadari ada beberapa panggilan tak terjawab dari Pak Jeremy.Aku tidak mau membuatnya murka, jadi aku bergegas menelepon balik lewat panggilan video.“Hai, Pak… maaf, saya baru selesai mandi. Bapak sudah mandi?” tanyaku halus, menyandarkan ponsel di guling sementara aku berbaring miring menghadap lay
Última actualización : 2026-09-26 Leer más