Paginya, saat aku perlahan membuka mata, sisi kasur di sampingku sudah kosong. Pak Jeremy sudah tidak ada di sana, menyisakan kerutan halus di seprai dan kehangatan samar yang mulai memudar.Aku mengusap wajah, lalu beranjak duduk di tepi tempat tidur sambil berusaha mengumpulkan kesadaran.Di atas nakas, ponselku bergetar. Suaranya memecah keheningan pagi yang tenang. Aku melirik layarnya, melihat deretan angka dari nomor tak dikenal. Tanpa prasangka apa pun, aku menggeser tombol hijau lalu menempelkannya ke telinga."Selamat pagi. Betul ini dengan Mbak Siena?" suara berat seorang pria terdengar asing di seberang sana."Iya, betul. Ini siapa ya?""Saya Bripka Hendra dari Polsek. Kami ingin mengabarkan situasi terkait Ayah Mbak Siena..."Lidahku mendadak kelu mendengarnya, ada firasat buruk yang menyusup di kepalaku. "Bapak? Ada apa dengan Bapak, Pak?""Pagi ini, saat pemeriksaan sel, petugas menemukan Ayah Mbak Siena sudah tidak sadarkan diri akibat pengeroyokan oleh tahanan lain. Ka
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-01 Mehr lesen