Pertanyaan Cindy yang agak tajam itu membuat Nancy terkejut.Di ujung telepon sana, tatapan Cindy tidak tertuju pada Nancy, melainkan pada latar belakang di belakangnya.Cindy mengerutkan bibirnya erat-erat, seolah sedang menahan sesuatu."Nancy, kamu masih di kediaman Morgan?"Mendengar itu, Nancy mengangguk tanpa sadar."Hm."Kilatan aneh muncul di mata Cindy, tetapi dia dengan cepat kembali tenang dan bertanya dengan khawatir, "Nancy, maaf. Aku terlalu khawatir padamu, makanya nada bicaraku agak kasar barusan. Mengapa kamu begitu lama baru angkat teleponku?"Nancy menatap Cindy, yang masih menunjukkan ekspresi seorang kakak yang khawatir pada adiknya, dan tidak menyadari ada sesuatu yang aneh.Hal itu bahkan mengingatkannya pada masa ketika dia masih bekerja di luar negeri.Waktu itu, dia baru selesai bekerja di malam hari, dan baterai ponselnya habis.Cindy tidak bisa menghubunginya melalui telepon, jadi dia berlari keluar untuk mencarinya dan hampir dirampok oleh beberapa preman.
Read more