Nancy, dengan rambut acak-acakan, meringkuk di sudut, menatap pria yang mendekat.Pria itu jelas-jelas memancarkan aura mengerikan yang menimbulkan rasa takut, tetapi Nancy justru merasa tenang.Alam bawah sadarnya seakan memberitahunya bahwa selama Winson ada di sana, dia akan baik-baik saja.Nancy menggigit bibirnya, bersandar ke dinding, dan perlahan bangkit. Gaunnya telah robek-robek akibat perlawanan itu, membuatnya tampak sangat menyedihkan.Dia mengulurkan tangan dan meraih bagian yang robek, lalu menundukkan kepalanya lebih dalam lagi.Tiba-tiba, pandangan Nancy menjadi gelap saat sebuah jas menyelimuti tubuhnya.Winson menjentikkan rokoknya dan berkata dengan tidak sabar, "Pakailah."Nancy menundukkan kepalanya, menurunkan jas itu, dan dengan cepat memakainya kembali.Ketika dia mendongak lagi, Winson sudah berbalik, menendang kedua orang yang tergeletak di lantai ke samping, dan melangkah maju.Nancy mengencangkan jasnya, tetapi begitu dia melangkah, kakinya terasa lemas dan
Read more