Begitu mendengar suara itu, Nancy langsung mengenali orang tersebut.Dia meronta dan berteriak, "Pak David, lepaskan aku! Kalau nggak, aku akan teriak!""Teriaklah. Lantai ini sudah dikosongkan agar Tuan Winson bisa makan dengan tenang. Sekalipun kamu teriak sampai suaramu serak, juga nggak akan ada yang mendengarmu. Meskipun ada yang dengar, lantas kenapa? Bukankah ini sudah biasa kamu lakukan?"David sepertinya telah minum-minum. Napasnya berbau alkohol, membuat Nancy merasa mual.Makin dia meronta, tangan David makin sulit dikendalikan."Aku nggak seperti itu! Aku .... Ugh, ugh, ugh!"David dengan cepat menutup mulut Nancy."Untuk apa berpura-pura polos? Tadi kamu cuma sok jual mahal di kantor saja, 'kan? Kamu kira aku nggak tahu? Begitu melihatmu, aku langsung tertarik pada tubuhmu. Aku akan beri kamu uang, jadi sebaiknya kamu biarkan aku bersenang-senang denganmu."Meskipun David gemuk, tubuhnya cukup tinggi. Dia merangkul pinggang Nancy dengan satu tangan dan mendorongnya dengan
Read more