“Jawab saja.” desak Ayumi menuntut jawaban."Kamu sedang mabuk, Ayumi.""Aku tidak mabuk!" bantah Ayumi cepat, tangannya terangkat menepuk dada Adrian dengan pelan. "Tinggal jawab apa susahnya, sih? Apa aku begitu jelek sampai orang-orang selalu membuangku?"Adrian menghela napas. Ia tahu seharusnya tidak meladeni pertanyaan Ayumi dalam kondisi seperti itu, tetapi tatapan wanita tersebut membuatnya sulit untuk berpaling.“Tidak ada yang salah dengan wajahmu,” jawab Adrian akhirnya.Ayumi mengerjapkan mata. “Itu bukan jawaban.”“Menurutku, kamu…” Adrian menggantung kalimatnya. Jantungnya berdetak lebih cepat dari yang seharusnya. Setelah menarik napas singkat, ia melanjutkan dengan suara lirih, “Cantik.”Hening sejenak menyelimuti kamar. Sampai akhirnya, kekehan lirih terdengar dari bibir Ayumi."Benar, kan? Aku juga merasa seperti itu," ucapnya dengan raut ceria yang mendadak terbit.Namun, keceriaan itu hanya bertahan sepersekian detik. Ayumi tiba-tiba mencengkeram kerah kemeja Adria
Última actualización : 2026-09-16 Leer más