Lia masih menatap Mama tak percaya. Ia berpikir salah dengar sehingga bertanya pada Mama untuk menyakinkan diri, “Mama bilang, Lia dan Elvan nikah besok?”Mama mengangguk disertai dengan jawaban yang sangat meyakinkan. “Iya, Lia sama Elvan nikah besok. Mau kan?”Lia langsung berdiri sambil mengeleng-gelengkan kepala. Dengan suara nyaring ia menjawab, “Nggak mau, Ma. Nggak! Mama nggak bisa memutuskan hal sepenting ini tanpa diskusi dulu sama Lia. Pokoknya Lia nggak mau!”Mama tidak marah dengan penolakan Lia, malah mencoba membujuk dengan hati-hati. “Dengerin Mama dulu, kamu sudah tunangan dengan Elvan, nanti juga bakal nikah, apa salahnya jika dipercepat. Biar Mama bisa tenang.”Lia tetap berkeras. “Nggak Ma, nggak mau!”“Lia, dengerin Mama, Sayang,” pinta Mama. “Anggap aja ini keinginan terakhir Mama. Tolong kamu penuhi, ya.”Lia menatap Mama. “Apaan sih, Ma. Kok ngomong gitu? Mama bikin Lia takut.”Mama hanya tersenyum. “Gini loh, Mama-““Mamamu sakit, Lia.” Papa muncul memotong per
Last Updated : 2026-09-02 Read more