“Kosan kamu khusus cewek apa campur?” tanya Elvan ketika berhenti di depan gerbang kos-kosan tempat Lia tinggal selama kerja di Saranja.Lia melirik sinis pada Elvan sambil menjawab, “Khusus cewek. Kenapa, mau ngecengin cewek-cewek di sini? Nggak boleh ya.” Ia memperingatkan.“Cemburu ya,” goda Elvan.“Dih, siapa yang cemburu,” sahut Lia. Dengan kesal ia membuka pintu mobil dan turun. Elvan ikut turun dan mengambilkan ransel Lia yang disimpan di jok belakang.“Lia!”Tubuh Lia seketika membeku. Tangannya yang hendak menutup pintu mobil diam di tempat. Ia mengenali suara itu, makanya tidak berani menolehkan kepala.“Lia, ranselmu.”Lia memejamkan mata. Berharap bisa menghilang dari sana saat itu juga. Di belakangnya ada Milan, pacarnya, dan di depannya ada Elvan, saingan sekaligus tunangannya.Ketika membuka mata, tatapan Lia bertemu dengan Elvan. Ia memelas, meminta tolong, tapi sepertinya Elvan juga tidak akan bisa menolongnya. Sebab Milan sudah berdiri tepat di belakangnya.“Lia!”Mi
Last Updated : 2026-08-23 Read more