Aluna terdiam sesaat mencoba untuk mengumpulkan keberaniannya. "Saya ingin mengundurkan diri." Tangannya menyodorkan amplop coklat. Sontak Damar terkejut, "saya tidak salah dengar, Aluna?" tanyanya tak percaya. "Saya sudah memikirkan ini baik-baik. Dan keputusan saya sudah bulat, untuk resign dari pekerjaan saya." Suaranya lembut seolah ada rasa takut didalam dirinya. Damar menatapnya dengan heran, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "Memangnya ada masalah apa sampai kamu ingin resign, Aluna?" Aluna tertunduk, "saya ada masalah keluarga yang mengharuskan saya untuk tinggal dirumah." Sebuah kalimat yang menjadi pilihan terakhir dari banyaknya daftar alasan yang sudah ia susun di kepalanya. Damar menghela nafas, "padahal dulu waktu kita tidak sengaja bertemu, saya melihat ada kegigihan dalam dirimu. Namun sekarang kamu harus meninggalkan pekerjaan mu setelah susah payah mendapatkannya," Lanjutnya. Mendengar itu, air mata Aluna mengalir begitu saja tanpa ia min
Last Updated : 2026-08-12 Read more