Pukul tujuh pagi setelah Gavin berpamitan untuk bekerja, Aluna pun segera bergegas pergi, setelah ia selesai memasak dan melayani mertuanya. Hari ini Aluna berniat ingin memasukkan beberapa lamaran kerja, berharap ada tempat untuknya kembali mendapatkan kesempatan. Namun kegigihannya tidak dibalas dengan hasil yang sepadan. Setelan memasuki beberapa tempat, ia kembali dengan raut wajah kecewa. Penampilan menarik, tinggi badan yang sesuai, segudang pengalaman, gelar pendidikan tertentu, upah dibawah minimum. Semua syarat yang ditentukan oleh kebanyakan perusahaan. Namun tetap saja, itu belum cukup untuk membuka satu pintu kesempatan. Seolah dunia kerja menuntut segalanya dari seseorang, tetapi enggan memberikan sesuatu yang layak sebagai balasan. Aluna terduduk di kursi yang berada dipinggir trotoar. Wajahnya pucat, tubuhnya lelah, pikirannya kosong. Pandangannya tertunduk, tiba-tiba sebuah tangan mengulurkan susu kotak rasa coklat. Aluna menoleh pelan dari ujung tangan itu hingga m
Last Updated : 2026-08-14 Read more