Matanya berat, nyaris tak ingin terbuka. Tubuhnya terasa remuk, menahan dirinya untuk tetap diam di tempat. Namun pikirannya tak memberi ampun. Ia terus menariknya kembali—pada satu kenyataan yang, bahkan untuk diingat pun terasa menyakitkan.Tangannya mencengkeram sesuatu tanpa sadar. Matanya terbuka perlahan, napasnya sempat tertahan oleh rasa kaget yang tiba-tiba datang. Ia menunduk, menatap apa yang menjadi alas kepalanya—sepasang kaki, yang terasa hangat. Pandangannya bergerak pelan, mencoba memahami keadaan.Mobil.Seketika ia tersentak. Tubuhnya dipaksa bangun, meski nyeri langsung menjalar. Dan di hadapannya—Arka tertidur, masih dalam posisi duduk. Dadanya naik turun perlahan, wajahnya terlihat lelah.Aluna terdiam, baru sekarang ia menyadari… ia menghabiskan waktu entah berapa lama, tertidur di pangkuan pria itu. Aluna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Rasa malu menjalar di wajahnya. Ia menyenderkan punggungnya di jok mobil, menatap wajah pria yang sedang tert
Last Updated : 2026-09-18 Read more