Hanaya jelas tak bisa percaya begitu saja apa yang Gideon ucapkan. Bagi Hanaya, pria itu adalah seorang manipulator ulung yang bisa merangkai kebohongan serumit apa pun demi membenarkan tindakannya. Karena itu, Ia secara diam-diam mencari keberadaan perempuan bernama Sintia itu.Dengan langkah tanpa suara menyusuri koridor tersembunyi di bagian belakang rumah utama, Hanaya akhirnya menemukan pintu kayu bercat putih pudar yang terhubung ke sayap bangunan lama.Napasnya tertahan saat ia mendorong pintu itu sedikit. Di dalam ruangan yang hangat dan sederhana, Sintia sedang duduk di tepi ranjang, menyusui bayinya dengan lembut. Begitu mendengar derit pintu, wanita muda itu mendongak terperanjat, namun ekspresinya langsung melunak saat melihat sosok Hanaya yang berdiri ragu di ambang pintu."Kamu..." bisik Sintia lirih, menghentikan kalimatnya.Hanaya melangkah masuk perlahan, menutup pintu rapat-rapat di belakangnya. "Aku harus tahu yang sebenarnya, Sintia,"
Last Updated : 2026-09-22 Read more