“Gideon, bangun...” bisik Hanaya sambil mengguncang pelan lengannya.Di atas nakas, setelan kemeja kantor dan dasi rapi yang sudah disiapkan Hanaya sejak subuh tampak tertata rapi. Sinar matahari pagi merayap masuk melalui celah gorden, menyinari kamar milik Gideon yang terasa hangat.Namun, tidak seperti biasanya yang langsung terbangun dengan mata tajam terbuka, Gideon justru bergeming. Pria itu mengerang pelan, menarik selimutnya semakin tinggi hingga menutupi dada, lalu membalikkan badan membelakangi Hanaya.Hanaya mengerjap bingung. Ia mendekatkan wajahnya, berniat kembali membangunkan suaminya."Gideon, ini sudah pukul tujuh. Nanti kamu—"Ucapannya terhenti saat jemarinya tak sengaja menyentuh kulit leher Gideon. Hanaya terkesiap. Panas. Kulit pria itu terasa membara, jauh di atas suhu normal."Gideon?" Hanaya panik. Ia langsung meraba kening Gideon dengan telapak tangannya.Mendapat sentuhan itu, Gideon
Last Updated : 2026-09-29 Read more