Hanaya tidak bisa tidur.Ia sudah berulang kali membolak-balik tubuh di atas ranjang empuk itu, tapi matanya tetap terbuka lebar. Bukan karena ranjangnya tidak nyaman, justru terlalu nyaman, hingga tubuhnya kaku seperti sedang berbaring di tempat yang bukan miliknya.Selain karena ranjang, perut Hanaya juga keroncongan. Ia hanya memakan dua potong roti dan satu buah pisang tadi siang.Kini, malam semakin larut, rasa lapar mencengkeram perutnya hingga menimbulkan nyeri halus. Tenggorokannya pun kering, haus.Ia melirik pintu. Tertutup rapat.“Apa aku boleh keluar cari makan?”Hanaya menggigit bibir. Ia ingin keluar, mencari segelas air, mungkin sedikit makanan. Tapi ucapan Ken bergema di kepalanya:"Semakin sedikit ia menyadari keberadaanmu, semakin aman posisimu."Tangannya mengepal pada seprai. Ia tidak tahu jam berapa sekarang, tapi suasana begitu hening hingga detak jarum jam terdengar jelas. Sesekali terdengar suara samar dari luar kamar, entah langkah kaki atau hanya imajinasinya
Last Updated : 2026-08-05 Read more