Pagi itu, sinar matahari menyelinap lembut lewat celah tirai, jatuh di atas permukaan meja kerjanya, akan tetapi Elena sama sekali tak menyadarinya. Ia duduk mematung, cangkir kopi di sampingnya sudah dingin, uapnya lama hilang. Percakapan kemarin terus berputar di kepala, berulang-ulang tanpa henti. Nama Damien Keller tak kunjung pudar, seakan tertanam di sana, bayangan yang makin lama makin gelap. Ia menarik nafas panjang, lalu meraih ponselnya, jari-jarinya sedikit tegang saat menekan nama Kael.Panggilan tersambung dalam hitungan detik, seakan Kael sudah menunggu panggilan ini sejak tadi.“Dokter Elena?” suara Kael terdengar, sedikit terkejut akan tetapi tetap waspada, seketika meninggalkan kesibukannya.“Kael, aku ingin memastikan sesuatu tentang Damien,” ucap Elena langsung, tanpa basa-basi, nada suaranya rendah dan serius, tak ada keraguan, hanya kebutuhan mendesak untuk tahu kebenaran.Kael terdiam sejenak di seberang sana, keheningannya terasa berat.“Apa?” tanyanya pelan.“S
Terakhir Diperbarui : 2026-10-04 Baca selengkapnya