Malam itu, ruangan terasa lebih tenang dari biasanya. Hanya terdengar dengung lembut pendingin ruangan dan bunyi samar alat medis dari kejauhan. Elena tetap di dekat Arven, yang duduk diam dengan kedua tangan bertaut di pangkuan. Sudah beberapa menit ia tak bicara, tatapannya terpaku pada lantai, seolah mengumpulkan keberanian membuka sesuatu yang lama disimpan rapat.Elena tak mendesaknya. Ia tahu, jika Arven sudah ingin bercerita, yang dibutuhkan bukan pertanyaan, melainkan pendengar yang setia.Arven menarik nafas panjang. “Ada satu hal yang belum pernah kuceritakan kepada siapa pun,” ucapnya pelan, mata masih tertuju ke bawah.Elena diam, menunggu.“Lima tahun lalu... setelah serangan jantung pertamaku, kondisiku sangat buruk,” lanjutnya, suaranya bergetar halus. “Claire bilang ada prosedur yang harus kulakukan.”“Dan kau menolak?” tanya Elena lembut, mendekat sedikit. Arven mengangguk pelan.“Aku takut,” akuinya, menunduk lebih dalam. “Aku bilang kepadanya aku ingin menunggu, be
Última atualização : 2026-09-20 Ler mais