Crystal menoleh, ia menatap mata Kenzo lebih lama untuk menebak apa yang ingin pria itu sampaikan padanya.Kini kedekatan mereka seperti ada sesuatu yang membatasi, seperti ada tembok besar yang mulai menghalangi pandangan.Kenzo menyadari itu lebih dulu dan tak keberatan atas apa yang dirasakan.“Katakan,” ucap Crystal, dadanya kian berdebar kencang, apa pun yang akan Kenzo katakan pasti akan mengubah semuanya.Namun, pria itu menggeleng setelah sekian lama berpikir. Ia mengangkat tangan, mengusap lembut kepala Crystal sebagai tanda perpisahan.“Kamu cantik sekali mengenakan warna ini,” puji Kenzo tulus, “tetaplah bahagia, ya.” Tidak terasa, air mata Kenzo menetes di ujung mata. “Ken, kau menangis?” Crystal ingin mengusap air matanya, tetapi Kenzo segera menghindar dan menggeleng. “Terkena angin malam,” kilahnya, ia kembali fokus pada Crystal, “jangan terlalu sering ke club sendirian, baca kembali apa saja yang pernah aku ajarkan padamu, oke.”“Ken,” kata Crystal tak bisa menaha
Last Updated : 2026-10-13 Read more