Share

Bab 53

last update publish date: 2026-10-09 20:11:57

Malam itu, cuaca lebih cerah dari sebelumnya. Ada beberapa bintang yang menghiasi dengan bulan sabit yang indah.

Crystal melipat tangan di dada menghalau rasa dingin yang kian menusuk di kulit. Pandangannya tertuju pada lampu temaram di dinding batu yang alam.

Ingatannya kembali pada malam di mana Edward mabuk sambil mengungkapkan semuanya. Pria itu terlihat begitu putus asa seolah tidak mampu menghadapi hari esok.

“Tidak perlu minta maaf. Mengungkapkan isi hati bukan suatu kejahatan,” tukas Cr
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan-Tuan Berhentilah Memperebutkanku   Bab 71

    Di depan meja bundar yang besar, sudah tersaji banyak makanan yang rata-rata adalah kesukaan Crystal.Salah satu yang paling menarik perhatian Crystal adalah udang saus manis yang berada di sebelah Edward.Aromanya manis sampai perutnya bergejolak.Melihat itu, bibir Edward membentuk senyumanmu kecil. Ia meraih piring besar berisi udang saus didekatnya.“Bukannya kau tidak suka udang?” tanya Crystal menahan rasa laparnya.“Hum,” jawab Edward santai, tangannya sudah mengenakan plastik transparan, lalu dengan telaten memisahkan kulit dan isinya.“Untukmu.” Udang yang sudah dikupas langsung diberikan pada Crystal. Tanpa ragu, Crystal langsung mencoba udang yang Edward kupas dengan bahagia.“Enak, terima kasih.”“Makanlah!” Pemandangan hangat itu, langsung Edward abadikan dan kirim langsung pada neneknya.Satu foto telah terkirim, disusul foto lain yang lebih menggemaskan. Lalu, Edward juga tidak mengirim satu video lain sebelum Crystal menyadari semuanya.Setelah puas melihat reaksi n

  • Tuan-Tuan Berhentilah Memperebutkanku   Bab 70

    Sinta melirik Edward lagi, pria itu benar-benar tidak terpengaruh olehnya. Hampir setengah jam berlalu dan Edward belum juga memberi kepastian untuk untuknya.“Ed, kau ingin makan siang denganku, tidak?” Sinta kehilangan kesabaran, ia meriah tas miliknya dan bergegas menghampiri tunangan Crystal.“Tidak.” Pria itu berkata tegas tanpa rasa bersalah.Seketika rasa kecewa itu kian membesar, Sinta meletakkan tas miliknya di atas meja Edward, berjejer dengan tumpukan berkas di sana.Wanita itu mendesah pelan, tatapannya tertuju pada Edward yang kian menjaga jarak darinya.“Alasannya? Kita ini berteman, apa salahnya makan berdua, toh di depan semua karyawan.”Tetap saja Edward tidak bersuara, seolah apa yang Sinta bicarakan memang tidak sepenting isi di layar laptopnya.“Apa karena nona Crystal? Kalian Abeh bertunangan, kan?” Gerakan jari Edward berhenti, ia mendongak menatap Sinta yang tampak menahan kekesalannya.“Aku tidak datang merebut perhatianmu, sungguh,” kata Sinta kehilangan kat

  • Tuan-Tuan Berhentilah Memperebutkanku   Bab 69

    Di belakang, pelayan sibuk dengan pekerjaan mereka. Ada yang memeriksa sayuran, mencuci buah dan banyak hal lain yang menyenangkan.Biasanya, jika menjelang siang, mereka tidak terlalu repot, sebab Crystal dan ibunya jarang makan, makanan berat.Masih di ruang keluarga, di mana Crystal yang masih protes dengan teman-teman ibunya.Crystal mendesah pelan, ia mengambil air yang disediakan untuknya, lalu mengenakan sampai setengah.Pandangannya kembali fokus pada ibunya yang semakin cantik, “Tetap saja, Ibu. Begini saja, jika nanti ada orang yang membuatmu tidak nyaman, katakan padamu, aku akan hadapi.”Sebelum ibunya kembali membuka suara, ia segara berisi dan melenggang pergi.Tidak lama setelah mendengar pintu kamar tertutup, Deri semakin dekat dengan nyonya Ratna, suaranya dipesankan agar tidak ada yang mendengar obrolan mereka.“Apa Nyonya tidak sadar sesuatu? Mata nona Crystal merah, sepertinya habis menangis.”Nyonya Ratna mendongak ke lantai atas, ia pun melihat itu tadi. Mata put

  • Tuan-Tuan Berhentilah Memperebutkanku   Bab 68

    “Tuan, apa Anda ingin menelepon–”Evan langsung mundur tatkala Kenzo mengangkat tangan. Dia sudah hampir satu jam di dalam ruangan, memandangi layar yang menampakkan wajah seseorang yang teramat dirindukan.Ia tersenyum kecil, ketika melihat tingkah konyol yang menggemaskan.Crsytal tengah menangis, mengomel, tetapi tangan dan mulutnya bergerak mengambil makanan di atas pangkuan.“Kau akan terbiasa, Ta. Ini hanya soal waktu, setelah itu, kau akan berdiri sendiri di atas kakimu, berjalan dengan pilihanmu.”Di belakang, Evan hanya mendesah pelan, menyaksikan pilihan bodoh tuannya.Dua bulan yang berat yang dibuat sendiri untuk menyiksa diri.“Beritahu penjaga, perhatian makanan yang habis, lalu ganti dengan yang baru,” perintah Kenzo, “berikan juga hadiah untuknya karena sudah berhasil membuat Crystal masuk ke dalam rumah.”“Baik Tuan,” kata Evan lagi, “Anda ingin bicara–”“Lakukan saja tugasmu, siang nanti, kita harus memeriksa kembali pekerjaan mereka.”Evan mengangguk meski tidak tah

  • Tuan-Tuan Berhentilah Memperebutkanku   Bab 67

    “Sekarang masuk ke kamarmu untuk merenungkan semuanya. Besok, Ayah yang akan bayar tagihan dari Edward.”Sambil mendengus, David masuk ke dalam kamar sambil mengusap wajahnya yang bengkak.“Kapan kau dewasa, David.” Burhan mendesah, ia mengambil ponselnya dan langsung mengirim sejumlah uang yang tidak kecil pada asisten keponakannya.Setidaknya, kedepannya Edward tidak akan mempermasalahkan adiknya lagi.Karena memang sudah malam, ia beranjak masuk ke dalam kamarnya. Merenungkan apa yang harus dilakukan pada David besoknya.Di waktu yang hampir bersamaan, Edward yang baru sampai rumah langsung mengerti dahi tatkala Sam menunjukkan sejumlah uang yang masuk dari Burhan–pamannya.“Paman terlalu membelanya,” desah Edward cukup kecewa pada pamannya.“Jadi bagaimana, Tuan? Uangnya dikirim lagi?”Edward menggeleng, ia diam sesaat lalu memberi isyarat agar Sam lebih dekat dengannya. Buatkan kartu baru untuk pamanku, simpan uangnya untuk tabungan.”Sam mengangguk. “Lalu mobil–”“Pakai uang yan

  • Tuan-Tuan Berhentilah Memperebutkanku   Bab 66

    Langkah kaki Edward begitu lebar, tangannya mengepal kuat menahan kemarahan yang sudah ingin meledak.Di parkiran paling tengah, mobil yang sangat dikenalnya berada di sana dengan beberapa luka lecet di bagian samping.Crystal yang melihat itu pun sampai syok. Ia tahu harga mobil itu tidak murah, bahkan saat motornya lecet pun, ia sampai tidak nafsu makan berhari-hari.“Bawa mobil ini kembali.” Napas Edward terengah, mobil pertama yang sangat disayangi hasil kerja kerasnya lecet, siapa yang tahan.“Baik Tuan.” Sam langsung menghubungkan seseorang, setelah itu melirik ke dalam resto dengan tahapan nanar.Ia mendesah panjang, entah apa yang akan terjadi setelah ini pada tuan muda kedua mereka.“Ed, kau baik-baik saja kan?” tanya Crystal hati-hati, “aku tidak mau memintamu bersabar karena aku juga pernah merasa kecewa karena motor kesayangan terjatuh dan lecet.”Sam melirik tuannya, ia menunggu reaksi seperti apa yang akan terjadi setelah mendapatkan dukungan seperti ini.“Hum, hanya mas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status