Pagi itu, langit di atas gang sempit pemukiman padat tertutup awan mendung yang kusam. Di dalam rumah kontrakan berukuran empat kali enam meter milik orang tua Indri, aroma kemenyan dan bunga melati murah menyeruak tipis di udara. Andra duduk bersila di atas karpet plastik yang tipis, membetulkan letak peci hitamnya yang sedikit longgar. Kemeja putih yang ia kenakan hari ini adalah kemeja lama yang sedikit menguning di bagian kerah, bukan baju baru buatan penjahit langganan. Di hadapannya, seorang penghulu berwajah tenang duduk berhadapan dengan ayah Indri yang memasang raut wajah tegang dan keras. Indri duduk bersimpuh di sudut ruangan, terbalut kebaya putih sederhana dengan riasan tipis yang ia poles sendiri di depan cermin retak kamar mandi. Tak ada dekorasi bunga segar, tak ada musik pengiring, dan tak ada tamu undangan yang memadati ruangan. Hanya ada dua orang saksi dari tetangga sebelah rumah yang duduk tenang memperhatikan dengan raut wajah polos. "Pak Andra, sudah sia
Última actualización : 2026-09-23 Leer más