"Bang... kok malah tidur di bangku depan sih?" suara Irma mengusik pendengarannya, membangunkan Andra yang tertidur lelap di atas bangku plastik. Andra mengusap matanya yang masih berat, lalu perlahan duduk tegak di bangku. "Eh... iya, Dek. Semalam ketiduran di sini," dalih Andra pelan dengan suara serak. Irma tampak sudah rapi, mengapit selembar uang seratus ribu di jemarinya yang ia ambil dari atas meja. "Ini uang dari mana, Mas?" tanya Irma bernada selidik, namun matanya tak bisa menyembunyikan rasa senang. "Itu... dari customer, Dek. Tip anter paket semalem," jawab Andra cepat. Irma tersenyum tipis lalu mengangguk puas. "Ya udah, sekarang sarapan telur aja dulu ya, aku masakin." "Uangnya pakai beli minyak sama isi token listrik aja dulu, Dek," tambah Andra memberi usul pelan. Irma seketika melirik ketus ke arah Andra. "Udah deh, Bang! Enggak usah ikutan ngatur duit di rumah, itu urusan istri! Sana mandi, kerja lagi!" Andra mengelus dadanya pelan, menghela napas berat menah
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-06 Mehr lesen