"Kemarin tuh Abang pengen banget ngerokok, Sayang," potong Andra cepat, berusaha menutupi gurat panik di wajahnya.Irma mengerutkan dahi pelan. "Malam-malam gitu beli rokok?""Iya, pas keluar nyari warung yang buka, Abang malah ketemu bapak-bapak di pos ronda," lanjut Andra seraya menyendok nasinya santai. "Ya udah, keasikan ngobrol sama mereka sampai lupa waktu."Irma manggut-manggut menatap suaminya. "Pantesan ditungguin gak balik-balik ke kamar.""Maaf ya," bisik Andra mengelus pelan jemari Irma di atas meja, lega kebohongan singkatnya berhasil lolos tanpa curiga."Abang mandi dulu ya, udah makin siang nih," pamit Andra seraya bangkit dari kursi meja makan.Andra melangkah cepat menuju kamar mandi, menyiram tubuhnya di bawah pancuran air dingin demi membuang sisa-sisa kepanikan.Usai mengeringkan badan dan mengenakan kemeja kerja, pria itu meraih kunci motor yang tergeletak di atas meja."Sayang, Abang berangkat ke gudang dulu ya," pamit Andra seraya mengecup singkat kening Irma ya
Last Updated : 2026-09-03 Read more