Andra menyambar ponselnya kasar dari atas meja makan, menatap layar yang menayangkan nama Indri dengan napas yang masih belum teratur."Halo, Dri? Ada apa?" tanya Andra seraya mengusap wajahnya yang masih terasa panas."Maaf banget mengganggu malam-malam begini, Pak," sahut suara Indri di ujung telepon terdengar panik. "Ini barusan supir truk kabarin, katanya barang dari supplier bakal sampai gudang nanti malam."Andra mengernyitkan dahi, melirik Irma yang tengah merapikan kembali pakaiannya yang sempat tersingkap. "Barang apa? Bukannya jadwalnya besok lusa?""Iya, Pak, tadinya gitu. Tapi supirnya bilang mumpung jalanan macetnya terurai, mereka kejar tayang malam ini," terang Indri menghela napas pasrah. "Bapak bisa tolong datang ke gudang nggak ya? Soalnya saya sendirian ini, Pak, takut ada salah hitung pas pembongkaran."Andra mengusap tengkuknya yang tegang, menatap Irma yang memberikan anggukan kecil tanda mengizinkan. "Bisa, Dri. Jam berapa kira-kira truknya sampai?""Estimasi su
Last Updated : 2026-09-09 Read more